Archive for Mei, 2009


Pengembangan Guru Berkelanjutan
Program Beasiswa Magister (S2) Hybrid Learning untuk Guru Berprestasi
Kerja Sama antara Ditjen PMPTK, SEAMOLEC, ITB, dan UGM

Definisi Program

SEAMOLEC bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Depdiknas melalui Lembaga Penjamin Mutu Pendidik (LPMP) Jawa Barat dan LPMP D.I. Yogyakarta menyiapkan program magister untuk para guru berprestasi melalui pola hybrid learning, perpaduan perkuliahan tatap muka di kampus utama dan perkuliahan terbuka dan jarak jauh (open and distance learning) di sub kampus. Dalam desain program ini, perkuliahan tatap muka (sementara ini) dapat dilaksanakan di UGM dan ITB, sedangkan kuliah terbuka dan jarak jauh dapat dilaksanakan di sub kampus maupun tempat bekerja para mahasiswanya. Mahasiswa dapat memilih sub kampus sesuai dengan letak dimana tempat kerjanya berada. Berikut daftar institusi yang sejauh ini akan siap menjadi sub kampus dalam program ini, yaitu:

  1. Universitas Negeri Padang (UNP) di Padang untuk wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya,
  2. SEAMOLEC di Jakarta untuk wilayah Jabodetabek dan sekitarnya,
  3. LPMP Jawa Barat di Bandung untuk wilayah Jawa Barat dan sekitarnya,
  4. Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) di Semarang untuk wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya,
  5. LPMP D.I. Yogyakarta di Sleman untuk wilayah D.I. Yogyakarta dan sekitarnya, dan
  6. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Teknologi di Malang untuk wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.

Beasiswa

  1. Komponen:
    1. Biaya Pendidikan (langsung dibayarkan oleh penyedia kepada provider)
    2. Subsidi Transportasi (Rp.400.000,- per bulan)
  2. Penyedia:
    1. Ditjen PMPTK melalui LPMP Yogyakarta dan LPMP Jawa Barat
    2. SEAMOLEC
  3. Kuota:
    UGM disediakan 40 kuota beasiswa.
    ITB disediakan 45 kuota beasiswa.
    Selain beasiswa dari Ditjen PMPTK dan SEAMOLEC, Pemerintah Daerah juga dapat berkontribusi mengembangkan SDM pendidik dan tenaga kependidikan di wilayah kerjanya, maupun masyarakat umum yang ingin mengembangkan SDM secara pribadi.

Persyaratan

  1. Umum:
    1. Profesi guru.
    2. Prioritas untuk guru berprestasi tahun 2008.
    3. Usia maksimum saat mendaftar 45 tahun.
    4. IPK S1/D-IV > 2,75
    5. Lulus Ujian Materi
    6. Lulus Wawancara
  2. Khusus UGM:
    1. Latar belakang pendidikan Sarjana/D-IV: Teknik dan Sains.
    2. Memiliki skor TPA (OTO Bappenas) minimum 500.
    3. Memiliki skor TOEFL minimum 450.
  3. Khusus ITB:
    1. Latar belakang pendidikan Sarjana/D-IV: Teknik, Sains, Pendidikan Teknik dan Sains, dan Seni (untuk prodi Seni Rupa).
    2. Memiliki skor TPA (OTO Bappenas) minimum 475.
    3. Memiliki skor EPT minimum 77.
      • Pas foto berwarna dan hitam putih ukuran 2×3, 3×4, dan 4×6 masing-masing empat (4) lembar.
      • Foto kopi ijazah S1/D-IV yang telah dilegalisasi.
      • Foto kopi transkrip nilai S1/D-IV yang telah dilegalisasi.
      • Foto kopi sertifikat Guru Berprestasi.
      • Surat ijin/rekomendasi dari pimpinan.
      • Proposal thesis/penelitian.
      • Motivation letter.
      • Curriculum vitae.
    1. Berkas (hardcopy) pendaftaran meliputi:

    Materi Seleksi dan Biaya:

    1. TPA (OTO Bappenas).
    2. English Proficiency Test (EPT) atau TOEFL.
    3. Tes/Ujian Materi.
    4. Wawancara.

    Biaya pendaftaran, TOEFL/EPT (English Proficiency Test), Tes Potensi Akademik (OTO Bappenas), Tes Materi, dan Wawancara:

    1. Bandung,      tempat: ITB,          biaya:  Rp. 570.000,-
    2. Semarang,    tempat: UDINUS, biaya:  Rp. 817.500,-
    3. Yogyakarta,  tempat: UGM,      biaya:  Rp. 817.500,-
    4. Malang,         tempat: VEDC,     biaya:  Rp. 817.500,-
    5. Padang,         tempat: UNP,        biaya:  Rp. 890.000,-
    6. Untuk peserta dari wilayah Jakarta dan sekitarnya disarankan mengikuti seleksi di Bandung.
    Rekening BNI Cabang ITB
    No. 0074113644
    a.n. Adis Suwardi QQ Yati Suyati :
    Dengan bukti pembayaran di-fax ke 022-2534217

    Program Studi

    No. Program Studi Provider Lama Studi
    1. Mikrohidro-Energi Terbarukan MST-UGM 18 bulan
    2. Teknologi Industri Kecil dan Menengah MST-UGM 18 bulan
    3. Teknologi Pengelolaan Sampah/Limbah MST-UGM 18 bulan
    4. Teknologi Media Digital dan Game STEI-ITB 20 bulan
    5. Seni Rupa (Animasi) FSRD-ITB dalam konfirmasi
    6. Biologi FMIPA-ITB dalam konfirmasi
    7. Fisika FMIPA-ITB dalam konfirmasi
    8. Matematika FMIPA-ITB dalam konfirmasi

    Prosedur Selanjutnya Klik !

Dengan Setting Muhammadiyah Membawa Berkah

Dengan Setting Muhammadiyah Membawa Berkah

Dalam diskusi hangat di sekolah film Filmova Skola Zlin di Praha, sejumlah siswa yang datang dari berbagai negara mempertanyakan proses pembuatan film LASKAR PELANGI, kepada sutradaranya Riri Riza. Termasuk juga soal misi yang diemban berikut masalah pendanaannya.

Verica Kordic (27), seorang pelajar dari Kroasia mengakui film LASKAR PELANGI membawa pesan yang kuat dan juga jalan ceritanya sangat mudah dimengerti, apalagi anak-anak yang menjadi bintangnya sangat menghayati peran mereka. “I like the kid,” ujar Verika yang tengah belajar film animasi.

Para pelajar di sekolah yang dikenal dengan kota kelahiran pendiri pabrik sepatu Bata, Tomas Bata itu juga bertanya mengenai aktor anak-anak yang ada dalam film tersebut dan kelanjutan akan nasib mereka, dan juga dampak dari film tersebut terhadap kehidupan mereka selanjutnya.

Riri mengatakan bahwa anak-anak pemain film LASKAR PELANGI merupakan bocah yang memang tinggal di pulau yang menjadi setting garapan film tersebut, yakni Baliton. “Mereka bukan artis,” ujar Riri dan menambahkan bahwa anak-anak usai pembuatan film mereka kembali ke kehidupan semula.

Memang sejumlah artis ada yang mendapat perlakuan yang lebih, dan bahkan mereka sempat diterima kepala negara yang kemudian memberikan hadiah komputer untuk setiap anak. “Sayang ada di antara anak yang belum terlayani aliran listrik di rumahnya,” ujarnya

Sementara itu, Michael Carrington, salah seorang staf pengajar, mengatakan bahwa film LASKAR PELANGI memiliki energi positif yang memperlihatkan budaya Indonesia di dalamnya. “Saya telah menyaksikan film tersebut,” ujar Michael yang peranakan Inggris-Ceko itu.

Kota industri Zlin yang hanya berpenduduk 600 ribu orang, memiliki tradisi budaya yang sangat kuat dari tiga wilayah yaitu Valassko (Wallachia), Slovacko and Hana yang dikenal dengan tempat berdirinya Kerajaan Sepatu Bata.

Menurut Michael, saat ini pelajar sekolah film Zlin menggunakan studio yang pernah digunakan pembuat film animasi dari Ceko yang terkenal, Hermina Tyrlova dan Karel Zeman, yang menciptakan film klasik.

Di Kota Zlin akan digelar festival film “49th International Festival for Children and Youth” dari tanggal 31 Mei hingga 7 Juni mendatang, yang diikuti berbagai negara.

“Saya harap Riri bisa ikut dalam festival film ini tahun depan dalam rangka memperingati 50 tahun penyelenggaraan festival,” harap Michael Carrington. (kpl/dar)

Sumber : Kapanlagi.com/yahoo.co.id

Latar belakang keluarga dan pendidikan

KH. Ahmad Dahlan Pendiri Muhammadiyah

KH. Ahmad Dahlan Pendiri Muhammadiyah

Kehadiran PWM di PCM BumiayuPWM di PCM Bumiayu

Nama kecil K.H. Ahmad Dahlan adalah Muhammad Darwisy. Ia merupakan anak keempat dari tujuh orang bersaudara yang keseluruhanya saudaranya perempuan, kecuali adik bungsunya. Dalam silsilah ia termasuk keturunan yang kedua belas dari Maulana Malik Ibrahim, seorang wali besar dan seorang yang terkemuka diantara Wali Songo, yang merupakan pelopor pertama dari penyebaran dan pengembangan Islam di Tanah Jawa (Kutojo dan Safwan, 1991). Adapun silsilahnya ialah Muhammad Darwisy (Ahmad Dahlan) bin KH. Abu Bakar bin KH. Muhammad Sulaiman bin Kyai Murtadla bin Kyai Ilyas bin Demang Djurung Djuru Kapindo bin Demang Djurung Djuru Sapisan bin Maulana Sulaiman Ki Ageng Gribig (Djatinom) bin Maulana Muhammad Fadlullah (Prapen) bin Maulana ‘Ainul Yaqin bin Maulana Ishaq bin Maulana Malik Ibrahim (Yunus Salam, 1968: 6).

Pada umur 15 tahun, beliau pergi haji dan tinggal di Mekah selama lima tahun. Pada periode ini, Ahmad Dahlan mulai berinteraksi dengan pemikiran-pemikiran pembaharu dalam Islam, seperti Muhammad Abduh, Al-Afghani, Rasyid Ridha dan Ibnu Taimiyah. Ketika pulang kembali ke kampungnya tahun 1888, beliau berganti nama menjadi Ahmad Dahlan.

Pada tahun 1903, beliau bertolak kembali ke Mekah dan menetap selama dua tahun. Pada masa ini, beliau sempat berguru kepada Syeh Ahmad Khatib yang juga guru dari pendiri NU, K.H. Hasyim Asyari. Pada tahun 1912, ia mendirikan Muhammadiyah di kampung Kauman, Yogyakarta.

Sepulang dari Mekkah, ia menikah dengan Siti Walidah, sepupunya sendiri, anak Kyai Penghulu Haji Fadhil, yang kelak dikenal dengan Nyai Ahmad Dahlan, seorang Pahlawanan Nasional dan pendiri Aisyiyah. Dari perkawinannya dengan Siti Walidah, KH. Ahmad Dahlan mendapat enam orang anak yaitu Djohanah, Siradj Dahlan, Siti Busyro, Irfan Dahlan, Siti Aisyah, Siti Zaharah (Kutojo dan Safwan, 1991). Disamping itu KH. Ahmad Dahlan pernah pula menikahi Nyai Abdullah, janda H. Abdullah. la juga pernah menikahi Nyai Rum, adik Kyai Munawwir Krapyak. KH. Ahmad Dahlan juga mempunyai putera dari perkawinannya dengan Ibu Nyai Aisyah (adik Adjengan Penghulu) Cianjur yang bernama Dandanah. Beliau pernah pula menikah dengan Nyai Yasin Pakualaman Yogyakarta (Yunus Salam, 1968: 9).

Beliau dimakamkan di KarangKajen, Yogyakarta.

[sunting] Pengalaman Organisasi

Disamping aktif dalam menggulirkan gagasannya tentang gerakan dakwah Muhammadiyah, ia juga tidak lupa akan tugasnya sebagai pribadi yang mempunyai tanggung jawab pada keluarganya. Disamping itu, ia juga dikenal sebagai seorang wirausahawan yang cukup berhasil dengan berdagang batik yang saat itu merupakan profesi entrepreneurship yang cukup menggejala di masyarakat.

Sebagai seorang yang aktif dalam kegiatan bermasyarakat dan mempunyai gagasan-gagasan cemerlang, Dahlan juga dengan mudah diterima dan dihormati di tengah kalangan masyarakat, sehingga ia juga dengan cepat mendapatkan tempat di organisasi Jam’iyatul Khair, Budi Utomo, Syarikat Islam dan Comite Pembela Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Pada tahun 1912, Ahmad Dahlan pun mendirikan organisasi Muhammadiyah untuk melaksanakan cita-cita pembaharuan Islam di bumi Nusantara. Ahmad Dahlan ingin mengadakan suatu pembaharuan dalam cara berpikir dan beramal menurut tuntunan agama Islam. la ingin mengajak umat Islam Indonesia untuk kembali hidup menurut tuntunan al-Qur’an dan al-Hadits. Perkumpulan ini berdiri bertepatan pada tanggal 18 Nopember 1912. Dan sejak awal Dahlan telah menetapkan bahwa Muhammadiyah bukan organisasi politik tetapi bersifat sosial dan bergerak di bidang pendidikan.

Gagasan pendirian Muhammadiyah oleh Ahmad Dahlan ini juga mendapatkan resistensi, baik dari keluarga maupun dari masyarakat sekitarnya. Berbagai fitnahan, tuduhan dan hasutan datang bertubi-tubi kepadanya. la dituduh hendak mendirikan agama baru yang menyalahi agama Islam. Ada yang menuduhnya kyai palsu, karena sudah meniru-niru bangsa Belanda yang Kristen dan macam-macam tuduhan lain. Bahkan ada pula orang yang hendak membunuhnya. Namun rintangan-rintangan tersebut dihadapinya dengan sabar. Keteguhan hatinya untuk melanjutkan cita-cita dan perjuangan pembaharuan Islam di tanah air bisa mengatasi semua rintangan tersebut.

Pada tanggal 20 Desember 1912, Ahmad Dahlan mengajukan permohonan kepada Pemerintah Hindia Belanda untuk mendapatkan badan hukum. Permohonan itu baru dikabulkan pada tahun 1914, dengan Surat Ketetapan Pemerintah No. 81 tanggal 22 Agustus 1914. Izin itu hanya berlaku untuk daerah Yogyakarta dan organisasi ini hanya boleh bergerak di daerah Yogyakarta. Dari Pemerintah Hindia Belanda timbul kekhawatiran akan perkembangan organisasi ini. Itulah sebabnya kegiatannya dibatasi. Walaupun Muhammadiyah dibatasi, tetapi di daerah lain seperti Srandakan, Wonosari dan Imogiri dan lain-Iain tempat telah berdiri cabang Muhammadiyah. Hal ini jelas bertentangan dengan keinginan pemerintah Hindia Belanda. Untuk mengatasinya, maka KH. Ahmad Dahlan menyiasatinya dengan menganjurkan agar cabang Muhammadiyah di luar Yogyakarta memakai nama lain. Misalnya Nurul Islam di Pekalongan, Ujung Pandang dengan nama Al-Munir, di Garut dengan nama Ahmadiyah. Sedangkan di Solo berdiri perkumpulan Sidiq Amanah Tabligh Fathonah (SATF) yang mendapat pimpinan dari cabang Muhammadiyah. Bahkan dalam kota Yogyakarta sendiri ia menganjurkan adanya jama’ah dan perkumpulan untuk mengadakan pengajian dan menjalankan kepentingan Islam. Perkumpulan-perkumpulan dan Jama’ah-jama’ah ini mendapat bimbingan dari Muhammadiyah, yang diantaranya ialah Ikhwanul Muslimin, Taqwimuddin, Cahaya Muda, Hambudi-Suci, Khayatul Qulub, Priya Utama, Dewan Islam, Thaharatul Qulub, Thaharatul-Aba, Ta’awanu alal birri, Ta’ruf bima kanu wal- Fajri, Wal-Ashri, Jamiyatul Muslimin, Syahratul Mubtadi (Kutojo dan Safwan, 1991: 33).

Gagasan pembaharuan Muhammadiyah disebarluaskan oleh Ahmad Dahlan dengan mengadakan tabligh ke berbagai kota, disamping juga melalui relasi-relasi dagang yang dimilikinya. Gagasan ini ternyata mendapatkan sambutan yang besar dari masyarakat di berbagai kota di Indonesia. Ulama-ulama dari berbagai daerah lain berdatangan kepadanya untuk menyatakan dukungan terhadap Muhammadiyah. Muhammadiyah makin lama makin berkembang hampir di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, pada tanggal 7 Mei 1921 Dahlan mengajukan permohonan kepada pemerintah Hindia Belanda untuk mendirikan cabang-cabang Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Permohonan ini dikabulkan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tanggal 2 September 1921.

Sebagai seorang yang demokratis dalam melaksanakan aktivitas gerakan dakwah Muhammadiyah, Dahlan juga memfasilitasi para anggota Muhammadiyah untuk proses evaluasi kerja dan pemilihan pemimpin dalam Muhammadiyah. Selama hidupnya dalam aktivitas gerakan dakwah Muhammadiyah, telah diselenggarakan dua belas kali pertemuan anggota (sekali dalam setahun), yang saat itu dipakai istilah AIgemeene Vergadering (persidangan umum).

[sunting] Menjadi Pahlawan Nasional

Atas jasa-jasa KH. Ahmad Dahlan dalam membangkitkan kesadaran bangsa ini melalui pembaharuan Islam dan pendidikan, maka Pemerintah Republik Indonesia menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional dengan surat Keputusan Presiden no. 657 tahun 1961. Dasar-dasar penetapan itu ialah sebagai berikut:

  1. KH. Ahmad Dahlan telah mempelopori kebangkitan ummat Islam untuk menyadari nasibnya sebagai bangsa terjajah yang masih harus belajar dan berbuat;
  2. Dengan organisasi Muhammadiyah yang didirikannya, telah banyak memberikan ajaran Islam yang murni kepada bangsanya. Ajaran yang menuntut kemajuan, kecerdasan, dan beramal bagi masyarakat dan umat, dengan dasar iman dan Islam;
  3. Dengan organisasinya, Muhammadiyah telah mempelopori amal usaha sosial dan pendidikan yang amat diperlukan bagi kebangkitan dan kemajuan bangsa, dengan jiwa ajaran Islam; dan
  4. Dengan organisasinya, Muhammadiyah bagian wanita (Aisyiyah) telah mempelopori kebangkitan wanita Indonesia untuk mengecap pendidikan dan berfungsi sosial, setingkat dengan kaum pria.

Sumber : Wikipedia Ensiklopedia Bebas

PPDB 2009/2010

Majlis Dikdasmen PCM Bumiayu Brebes membuka pendaftaran peserta didik baru (PPDB) untuk tahun pelajaran 2009/2010 pada amal usaha bidang pendidikan yang meliputi :
SD Muhammadiyah Bumiayu
1. MI Muhammadiyah Talok Dukuhturi Bumiayu
2. MI Muhammadiyah Langkap Bumiayu
3. MI Muhammadiyah Bumiayu Adisana Bumiayu
4. MI Muhammadiyah Baruamba Bumiayu
5. SMP Muhammadiyah Bumiayu
6. MTs Muhammadiyah Bumiayu
7. MTs Muhammadiyah Baruamba Bumiayu
8. SMA Muhammadiyah Bumiayu
9. SMK Muhammadiyah Bumiayu

Fasilitas yang dimiliki masing-masing memiliki gedung yang representatif, sarana dan prasarana pembelajaran yang mendukung kurikulum, serta fasilitas lain yang secara khas dimiliki masing-masing sekolah. Untuk lebih jelas silahkan hubungi Panitia PPDb masing-masing sekolah.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.